Menggali Warisan Nusantara: SMAN 2 Bangkalan Gelar Lawatan Sejarah Tahunan
SMAN 2 Bangkalan kembali menghidupkan denyut masa lalu melalui kegiatan tahunan Lawatan Sejarah yang diperuntukkan bagi siswa kelas X. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan edukatif, melainkan sebuah ikhtiar menautkan generasi muda dengan jejak peradaban leluhur. Melalui lawatan ini, siswa diajak keluar dari batas-batas ruang kelas untuk menyelami sejarah secara langsung, merasakan atmosfer kejayaan Kerajaan Majapahit yang pernah menjadi poros peradaban Nusantara. Dengan pendampingan guru dan panitia sekolah, kegiatan ini berlangsung penuh antusias dan semangat belajar.
Perjalanan sejarah diawali dari Candi Bajang Ratu, sebuah gapura megah yang berdiri anggun sebagai saksi bisu masa silam. Batu-batu candi yang tersusun rapi seakan menyimpan kisah tentang kejayaan, kekuasaan, dan kearifan budaya Majapahit. Di tempat ini, siswa mendengarkan penjelasan mengenai fungsi candi, latar belakang pembangunannya, serta filosofi yang terkandung dalam setiap relief dan struktur bangunan. Angin yang berhembus pelan dan suasana situs bersejarah menjadikan proses belajar terasa hidup, mengundang rasa ingin tahu, dan mendorong diskusi yang hangat di antara para siswa.
Langkah perjalanan kemudian berlanjut menuju Museum Majapahit, ruang penyimpanan memori kolektif bangsa. Di museum ini, siswa disuguhkan beragam artefak bersejarah seperti arca, gerabah, prasasti, hingga relief yang merekam denyut kehidupan masyarakat Majapahit di masa lampau. Setiap benda seolah berbicara, mengisahkan kehidupan sosial, keagamaan, dan kebudayaan yang pernah berjaya. Pengalaman visual dan narasi sejarah yang disampaikan memberikan pemahaman mendalam bahwa sejarah bukan sekadar catatan tahun dan peristiwa, melainkan kisah manusia dan peradabannya.
Sebagai penutup, rombongan tiba di Candi Brahu, salah satu candi tertua di kawasan Trowulan yang memancarkan ketenangan dan kebijaksanaan masa lalu. Di tempat ini, siswa diajak untuk merenungi perjalanan yang telah dilalui, dari gapura kejayaan hingga ruang penyimpanan ingatan sejarah. Candi Brahu menjadi ruang refleksi, tempat siswa menyadari bahwa warisan budaya bukanlah sekadar peninggalan fisik, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan.
Melalui kegiatan Lawatan Sejarah ini, SMAN 2 Bangkalan berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan historis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan budaya bangsa. Dengan mengenal sejarah secara dekat dan bermakna, diharapkan tumbuh generasi yang tidak tercerabut dari akar budayanya serta mampu memandang masa depan dengan pijakan nilai-nilai luhur Nusantara.
Dokumentasi: Tim Jurnalistik Smada
Penulis : Tim Jurnalistik Smada
Editor : Tim Jurnalistik Smada